Pengikut

RSS

KEHIDUPAN AKHIRAT

Kehidupan Akhirat

Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya menuturkan sebuah riwayat bahwa
Nabi Saw. setelah selesainya Perang Badar, menuju tempat
pemakaman pemuka-pemuka kaum musyrik yang tewas ketika itu,
dan memanggil nama-nama mereka satu per satu:

"Wahai penghuni al-qalib (sumur atau kubur). Hai
'Utbah bin Rabi'ah. Hai Syaibah bin Rabi'ah. Hai
Umayyah bin Khalaf. Hai Abu Jahl bin Hisyam. Apakah
kalian telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhan
kalian dengan benar? Karena sesungguhnya aku telah
menemukan apa yang dijanjikan Tuhanku dengan benar."
Kaum Muslim yang ada di sekitar Nabi bertanya: "Wahai
Rasulullah, apakah engkau memanggil/berbicara dengan
kaum yang telah menjadi bangkai (mati)?" Beliau
menjawab: "Kamu tidak lebih mendengar dari mereka
(tentang) apa yang saya ucapkan, hanya saja mereka
tidak dapat menjawab saya."

Di sisi lain Imam Muslim meriwayatkan bahwa Masruq berkata:

"Kami bertanya (atau aku bertanya) kepada Abdullah bin
Mas'ud tentang ayat, Janganlah kamu mengira
orang-orang yang gugur di jalan Allah adalah
orang-orang mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhan
mereka dengan mendapatkan rezeki (QS Ali 'Imran [2]:
169)." Abdullah bin Mas'ud berkata: "Sesungguhnya kami
telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah Saw., dan
beliau bersabda, 'Arwah mereka di dalam rongga burung
(berwarna) hijau dengan pelita-pelita yang tergantung
di 'Arsy, terbang dengan mudah di surga ke manapun
mereka kehendaki, kemudian kembali lagi ke
pelita-pelita itu. Tuhan mereka "mengunjungi" mereka
dengan kunjungan sekilas dan berfirman: "Apakah kalian
menginginkan sesuatu?" Mereka menjawab: "Apalagi yang
kami inginkan sedangkan kami terbang dengan mudahaya
di surga, ke mana pun kami kehendaki?" Tuhan melakukan
hal yang demikian terhadap mereka tiga kali dan ketika
mereka sadar bahwa mereka tidak akan dibiarkan tanpa
meminta sesuatu, mereka berkata: "Wahai Tuhan, kami
ingin agar arwah kami dikembalikan ke jasad kami
sehingga kami dapat gugur terbunuh pada jalan-Mu
(sabilillah) sekali lagi. Setelah Tuhan melihat bahwa
mereka tidak memiliki keinginan lagi di sana (lebih
dari apa yang mereka peroleh selama ini) maka mereka
dibiarkan."'

Ada juga riwayat yang dinisbahkan kepada Ali bin Abi Thalib
bahwa beliau bertanya kepada Yunus bin Zibyan: "Bagaimana
pendapat orang tentang arwah orang-orang mukmin?" Yunus
menjawab: "Mereka berkata bahwa arwahnya berada di rongga
burung berwarna hijau di dalam pelita-pelita di bawah 'Arsy
llahi." Ali bin Abi Thalib berkomentar:

Mahasuci Allah. Seorang mukmin lebih mulia di sisi
Allah untuk ditempatkan ruhnya di rongga burung hijau,
wahai Yunus. Seorang mukmin bila diwafatkan Allah,
ruhnya ditempatkan pada satu wadah sebagaimana
wadahnya ketika di dunia. Mereka makan dan minum,
sehingga bila ada yang datang kepadanya, mereka
mengenalnya dengan keadaannya semasa di dunia.

Boleh jadi ada saja yang bertanya bagaimana kehidupan itu?
Kita tidak dapat menjelaskan. Memang ada saja yang berusaha
mengilmiahkan kehidupan di sana, tetapi agaknya hal tersebut
lebih banyak merupakan kemungkinan, walaupun ada sekian
rtwayat yang dijadikan pegangan.

Mustafa Al-Kik, misalnya, berpendapat bahwa manusia memiliki
"jasad berganda": pertama, jasad duniawi; dan kedua, jasad
barzakhi. Mustafa dalam --Baina 'Alamain-- setelah mengutip
sekian banyak pendapat ulama tentang hal di atas, berusaha
untuk menjelaskan hal tersebut dengan teori frekuensi dan
gelombang-gelombang suara. Contoh konkret yang dikemukakannya
adalah radio yang dapat menangkap sekian banyak suara yang
berbeda-beda melalui gelombang yang berbeda-beda. Walaupun ia
saling masuk-memasuki, namun ia tidak menyatu dan tetap
berbeda. Ini pula yang menjadikan kita tak dapat melihat
sesuatu yang sebenarnya "ada" namun kita tak melihatnya akibat
perbedaan frekuensi dan gelombang-gelombang itu. Apa yang
dikemukakan ini -menurutnya sejalan dengan informasi Al-Quran,
antara lain yang berbicara tentang keadaan seorang yang sedang
sekarat:

Maka mengapa ketika nyawa telah sampai ke
kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat (yang
sekarat), sedangkan (malaikat) Kami lebih dekat
kepadanya darimu, tetapi kamu tidak melihat (QS
AlWaqi'ah [56]: 83-85).

Atau firman-Nya:

Aku (Allah) tidak bersumpah dengan apa yang kamu lihat
dan yang kamu tidak lihat (QS Al-Haqqah [69]: 38-39).

Kedua ayat mulia di atas mengemukakan teori gelombang
dan getaran yang sangat jelas dan gamblang. Keduanya
telah membagi materi menjadi dua macam, yang sejalan
dengan tingkat bumi sehingga dapat dilihat oleh mata,
dan yang tidak sejalan karena tingginya gelombangnya,
sehingga tersembunyi dari pandangan dan tidak terlihat
oleh mata. Dengan demikian kedua ayat tersebut
menunjuk ke alam materi yang terasa oleh kita semua,
dan alam lain yang tinggi yang tersembunyi dari mata
kita. Teori ini juga menafsirkan kepada kita jawaban
Nabi Saw. ketika kaum Muslim mempertanyakan
pembicaraan beliau dengan Ahl Al-Qalib (tokoh-tokoh
kaum musyrik yang gugur dalam peperangan Badar)
sebagaimana dikemukakan di atas. (Mustafa Al-Kik dalam
Baina 'Alamain hlm. 51)

Akhirnya betapa pun terdapat sekian banyak ayat dengan
penafsiran-penafsiran di atas, serta ada pula riwayat-riwayat
dari berbagai sumber dan kualitas, namun kita tidak dapat
mencap mereka yang mengingkari kehidupan barzakh, sebagai
orang-orang yang keluar dari keimanan atau ajaran Islam,
selama mereka tetap mengucapkan dua kalimat syahadat. Ini
disebabkan karena akidah harus diangkat dari nash keagamaan
yang pasti, yaitu Al-Quran dan maknanya pun harus pasti.
sedangkan penafsiran-penafsiran yang dikemukakan di atas belum
mencapai tingkat kepastian yang dapat dijadikan akidah.

KEHIDUPAN AKHIRAT

Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala:

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan
diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan
keduanya sekali bentur. Maka hari itu terjadilah hari
kiamat, dan terbelahlah langit sehingga hari itu
langit menjadi lemah (QS Al-Haqqah [69]: 13-16).

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa:

... dan ditiup sangkakala sehingga matilah siapa
(rnakhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali siapa
yang dikehendaki Allah (QS Al-Zumar [39]: 68).

Yang dikecualikan antara lain adalah malaikat Israfil yang
bertugas meniup sangkakala itu. Ini karena masih akan ada
peniupan kedua sebagaimana lanjutan ayat di atas:

Kemudian ditiupkan sangkakala itu sekali lagi, maka
tiba-tiba mereka (semua yang telah mati) berdiri
menunggu (putusan Tuhan terhadap masing-masing) (QS
Al-Zumar [39]: 68).

Banyak sekali ayat Al-Quran yang berbicara tentang kehancuran
alam raya, matahari digulung, bulan terbelah, bintang-bintang
pudar cahayanya, gunung dihancurkan sehingga menjadi debu yang
beterbangan bagaikan kapas, dan sebagainya. Itu semua
merupakan kehancuran total, bukan kehancuran bagian tertentu
saja dari alam raya ini.

Begitu manusia dihidupkan kembali dengan peniupan sangkakala
kedua, tiba-tiba:

Sambil menundukkan pandangan, mereka keluar dari kubur
mereka bagaikan belalang yang beterbangan. Mereka
datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang
kafir -ketika itu- berkata: "Ini adalah hari yang
sulit." (QS Al-Qamar [54]: 7-8).

Ada jarak waktu antara peniupan pertama dan kedua. Hanya Allah
yang mengetahui kadar waktu itu. Dan ketika semua makhluk
telah meninggal, termasuk Israfil, Allah Swt. "berseru" dan
"bertanya":

Kepunyaan siapakah kerajaan/kekuasaan hari ini?
(Kemudian Allah menjawabnya sendiri): "Kepunyaan Allah
yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan" (QS Mu'min [40]:
16).

Saat peniupan kedua, manusia sadar bahwa kehidupan di dunia
hanya sebentar (QS Al-Isra' [17]: 43) bahkan mereka merasa
hanya bagaikan boberapa saat di sore atau pagi hari (QS
Al-Nazi'at [79]: 46).

Dari sana manusia digiring ke mahsyar (tempat berkumpul untuk
menghadapi pengadilan Ilahi):

Setiap jiwa datang dengan satu penggiring dan satu
penyaksi (QS Qaf [50]: 21).

Penggiring adalah malaikat dan penyaksi adalah diri manusia
sendiri yang tidak dapat mengelak, atau amal perbuatannya
masing-masing. Begitu penafsiran para ulama.

Dan ketika itu terjadilah pengadilan agung.

Pada hari itu yang menjadi saksi atas mereka adalah
lidah, tangan, dan kaki mereka, menyangkut apa yang
dahulu mereka lakukan (QS Al-Nur [24]: 24).

Bahkan boleh jadi, mulut mereka ditutup dan yang berbicara
adalah tangan mereka kemudian kaki mereka yang menjadi
saksi-saksinya Sebagaimana ditegaskan dalam surat Ya Sin (36):
65.

Yang ingin diinformasikan oleh ayat-ayat di atas dan
semacamnya adalah bahwa pada hari itu tidak ada yang dapat
mengelak, tidak ada juga yang dapat menyembunylkan sesuatu di
hadapan pengadilan yang maha agung itu.

Siapa yang mengerjakan (walau) sebesar zarrah (dari
kebaikan). maka dia akan melihat (ganjarannya) (QS
Az-Zilzal [99]: 7).

Demikian pula sebaliknya (baca surat Al-Zilzal [99]: 8).

Pengadilan Ilahi itu akan diadakan terhadap setiap pribadi
mukalaf,

"Tidak ada satupun di langit dan di bumi kecuali akan
datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang
hamba. Sesungguhnya Tuhan telah menentukan jumlah
mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang
teliti. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah
dengan sendiri-sendiri (QS Maryam [19]: 93-95)

Pengadilan itu menggunakan "timbangan" yang hak sehingga tidak
ada yang teraniaya karena walau sebesar biji sawi pun Tuhan
akan mendatangkan ganjarannya. (Baca QS Al-Anbiyat [21]: 47).
Apakah timbangan itu sesuatu yang bersifat material atau hanya
kiasan tentang keadilan mutlak, tidaklah banyak pengaruhnya
dalam akidah, selama diyakini bahwa ketika itu tidak ada lagi
sedikit penganiayaan pun. Yang pasti adalah:

Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Barangsiapa
yang berat timbangan (amal salehnya) maka mereka
adalah orang-orang beruntung, dan siapa yang ringan
timbangan kebaikannya maka itulah orang-orang yang
merugikan dirinya sendiri disebabkan mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Kami (QS Al-A'raf [7]: 8-9)

Hasil pencatatan amal manusia yang ditimbang itu, akan
diserahkan kepada setiap orang:

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitab
(catatan amalnya) dari arah kanannya, maka (dengan
gembira) ia berkata: "Inilah, bacalah kitabku ini.
Sesungguhnya (sejak dahulu di dunia) aku yakin bahwa
sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) atas
diriku." Maka orang itu berada dalam kehidupan yang
diridhai; dalam surga yang tinggi, buah-buahannya
dekat. (Kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah
dengan sedap dikarenakan amal-amal yang telah kamu
kerjakan di hari-hari terdahulu (di dunia)." Adapun
yang diberikan kepadanya kitabnya dari arah kirinya,
maka dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya kiranya
tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak
mengetahui apa hisab (perhitungan) terhadap diriku.
Aduhai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan
segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak memberi
manfaat bagiku. Telah hilang kekuasaan dariku" (QS
Al-Haqqah [69]: 19-29).

Dari mahsyar (tempat berkumpul), manusia menuju surga atau
neraka. Beberapa ayat dalam Al-Quran menginformasikan bahwa
dalam perjalanan ke sana mereka melalui apa yang dinamai "
shirath" .

Antarlah mereka (hai malaikat) menuju Shirath Al-Jahim
(QS Al-Shaffat [37]: 23).

Dalam konteks pembicaraan tentang hari akhirat, Allah
berfirman:

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan
penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba
(mencari) ash-shirath (jalan). Maka, bagaimana mereka
dapat melihatnya? (QS Ya Sin [36]: 66).

Di sisi lain Allah menegaskan pula bahwa:

Dan tidak seorang pun di antara kamu kecuali
melewatinya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah
suatu kemestian yang sudah ditetapkan-Nya. Kemudian
Kami menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan
membiarkan orang-orang yang zalim, di dalam neraka
dalam keadaan berlutut (QS Maryam [19]: 71-72).

Berdasar ayat-ayat tersebut, sementara ulama berpendapat bahwa
ada yang dinamai "shirath" -berupa jembatan yang harus dilalui
setiap orang menuju surga. Di bawah jalan (jembatan) itu
terdapat neraka dengan segala tingkatannya. Orang-orang mukmin
akan melewatinya dengan kecepatan sesuai dengan kualitas
ketakwaan mereka. Ada yang melewatinya bagaikan kilat, atau
seperti angin berhembus, atau secepat lajunya kuda; dan ada
juga yang merangkak, tetapi akhirnya tiba juga. Sedangkan
orang-orang kafir akan menelusurinya pula tetapi mereka jatuh
ke neraka di tingkat yang sesuai dengan kedurhakaan mereka.

Konon shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari
pedang,

[kalimat dalam bahasa Arab]

Demikian kata Abu Sa'id sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari
dan Muslim.

Para ulama khususnya kelompok Mu'tazilah yang sangat rasional
menolak keberadaan shirath dalam pengertian material di atas,
lebih-lebih melukiskannya "dengan sehelai rambut di belah
tujuh". Memang, melukiskannya seperti itu, paling tidak,
bertentangan dengan pengertian kebahasaan dari kata shirath.
Kata tersebut berasal dari kata saratha yang arti harfiahnya
adalah "menelan". Kata shirath antara lain diartikan "jalan
yang lebar", yang karena lebarnya maka seakan-akan ia menelan
setiap yang berjalan di atasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

12 BARISAN DI AKHIRAT

12 Barisan di Akhirat

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama

Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua

Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga

Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat

Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima

Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam

Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh

Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedelapan

Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan

Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh

Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas

Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas

Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keutamaan Mengucapkan Salam

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)

Allah Ta’ala berfirman:

تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً

“Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)

Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Al-Bukhari no. 11, 27 dan Muslim no. 39)

Dari Al-Barra` bin Azib -radhiallahu ‘anhu- dia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ أَوْ قَالَ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَعَنْ الْمَيَاثِرِ وَالْقَسِّيِّ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْإِسْتَبْرَقِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: (1)Beliau memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, (2)mengiringi jenazah, (3)mendoakan orang yang bersin, (4)memenuhi undangan, (5) menyebarkan salam, (6)menolong orang yang terzhalimi, serta (7)melaksanakan sumpah. Dan beliau melarang kami (1)memakai cincin dari emas, (2)minum dari bejana yang terbuat dari perak, (3)mayasir, (4)qassiy, (5)harir, (6)dibaj, dan (7)istabraq (semua jenis pakaian yang terbuat dari sutera atau campuran sutera).” (HR. Al-Bukhari no. 2265,5204,5414,5754,5766 dan Muslim no. 2066)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Penjelasan ringkas:

Ucapan salam termasuk dari salah satu syiar Islam yang paling nampak, Allah menjadikannya sebagai ucapan selamat di antara kaum muslimin dan Dia menjadikannya sebagai salah satu dari hak-hak seorang muslim dari saudaranya. Rasul-Nya -alaihishshalatu wassalam- juga telah memerintahkan untuk menyebarkan syiar ini dan beliau mengabarkan bahwa menyebarkan salam termasuk dari sebab-sebab tersebarnya rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah kaum muslimin, yang mana tersebarya cinta dan kasih sayang di antara mereka merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga.

Ucapan salam termasuk ucapan yang berberkah, dan di antara keberkahannya adalah jika dia didengar maka hati orang yang mendengarnya akan dengan ikhlas segera menjawab dan mendatangi orang yang mengucapkannya. (Al-Fath: 11/18) Karenanya tidak sepantasnya seorang muslim membatasi ucapan salam hanya untuk sebagian orang (yakni yang dia kenal) dan tidak kepada yang lainnya (yang dia tidak kenal). Bahkan di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia mengucapkan salam kepada orang yang tidak dia kenal sebagaimana kepada orang yang dia kenal.

Para ulama menyatakan bahwa hukum memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sunnah sementara menjawabnya adalah fardhu kifayah. Maksudnya jika dia berada dalam sekelompok orang lantas ada seseorang atau lebih yang mengucapkan salam kepada mereka lalu sebagian di antara kelompok orang itu ada yang menjawab maka sudah gugur kewajiban dari yang lainnya. Adapun jika dia sendirian maka tentunya diwajibkan atas dirinya untuk menjawabnya.

Karenanya, di antara musibah di zaman ini adalah digantinya ucapan salam ini dengan ucapan yang diimpor dari negeri kafir semacam ‘selamat pagi’ dan semacamnya, padahal ucapan salam ini adalah sebuah ucapan tahiyah (penghormatan) dari sisi Allah yang berberkah lagi baik. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/14), “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang mengucapkan salam maka tidak syah menjawabnya kecuali juga dengan ucapan salam, dan tidak syah (yakni tidak menggugurkan kewajibannya, pent.) menjawabnya dengan ‘selamat pagi’ atau ‘kebahagiaan untukmu di waktu pagi’ dan semacamnya.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEUTAMAAN SHOLAT TEPAT WAKTU

Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi pasar, kantor, terminal serta tempat-tempat lain masih saja hiruk pikuk dipenuhi umat muslim. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan ini, bahkan ada juga yang melalaikan sholat lima waktu. Menunaikan shalat tepat waktu berarti melatih diri untuk disiplin. Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan terbiasa melakukan disiplin-displin dalam kegiatan lainnya. Shalat tepat waktu bisa menjadi ukuran disiplin bagi seorang muslim.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan. Untuk Shalat Isya’ Nabi biasa mengerjakannya pada sebagian besar waktu malam. “Telah bersabda Rasulullah saw.”Sekiranya tidak memberatkan umatku, tentu aku suruh mereka mengundurkan isya hingga sepertiga atau seperdua malam.” (HR.Ahmad, Ibnu Majah,Tirmizi).

Pesan Khalifah Usman bin Affan ra:

“Orang-orang yang memelihara shalat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Insyaallah, Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan:

1. Dicintai Allah

2. Badannya senantiasa sehat

3. Dijaga oleh Malaikat

4. Diturunkan berkah untuk rumahnya

5. Mukanya akan kelihatan tanda orang yang shaleh

6. Allah akan melembutkan hatinya

7. Dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim layaknya seperti kilat

8. Akan diselamatkan dari api neraka

9. Allah akan menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan bersedih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Larangan Valentin

RIYADH, Arab Saudi (Antara/Reuters):
Lembaga agama Arab Saudi memerintahkan umat Islam agar
menghindari perayaan berhala Hari Valentine guna
menghindari murka Allah, demikian laporan harian
Ar-Riyadh, Jumat. "Itu adalah hari raya penyembah
berhala ..., dan umat Muslim --yang percaya pada Allah
dan Hari Kiamat-- tak boleh merayakan atau mengakuinya
atau mengucapkan selamat (kepada orang yang
merayakannya).

Umat Muslim wajib menjauhkannya guna menghindari
hukuman dan murka Allah," kata komite tersebut --yang
dipimpin oleh Imam Agung Syeikh Abdulaziz bin Abdullah
Asy-Syeikh. Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari raya
umat Muslim yang mengikuti bulan suci Ramadhan dan
Ibadah Haji. Kerajaan tersebut, yang menerapkan hukum
Islam murni, melarang hari raya non-Muslim dan polisi
moralnya biasanya melakukan penggerebekan guna
menjamin bahwa toko tak menjual cinderamata atau
hiasan pada Tahun Baru, Natal atau Hari Valentin
--yang diambil dari nama seorang tokoh Nasrani.
Sebanyak tujuh juta orang asing tinggal di Arab Saudi,
tempat kelahiran agama Islam. Banyak di antara mereka
berasal dari negara Asia, tempat Hari Valentine
dirayakan.

Haram

Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, MA mengatakan
kalangan umat Islam dilarang keras melaksanaan
valentine day karena bertentangan dengan norma agama
dan budaya Indonesia. "MUI sudah mengeluarkan fatwa
haram terhadap valentine day karena pelaksanaannya
bersifat hura-hura dan menjurus maksiat," kata
Abdullah Syah kepada Waspada, Jum'at (13/2), berkaitan
hari valentine day (hari kasih sayang) yang biasanya
dirayakan pada setiap 14 Februari.

Menurut Abdullah Syah, dalam Islam dianjurkan berkasih
sayang atau bersilaturahmi antara anak dengan
orangtua, kakak dengan adik yang semuhrim, suami
isteri dan sebagainya. "Kalau kegiatan syukuran,
bersilaturahmi atau berkasih sayang dalam keluarga itu
dianjurkan setiap hari dan tidak harus ditetapkan
tanggalnya.

Intinya berkasih sayang itu dibolehkan asal ada batas
norma agama dan budaya ketimuran," ujar Abdullah yang
juga guru besar IAIN-SU. Tetapi pada peringatan
'valentine day', kata dia, kerap kali pelaksanaannya
tidak sesuai ajaran Islam seperti pesta pora, bergaul
lawan jenis yang tidak muhrim, minuman keras, dan
sebagainya. "Akibat pelaksanaannya menjurus maksiat
maka MUI mengharamkan 'valentine day'," tegas dia.

Untuk itu, kata Abdullah Syah, diimbau kepada generasi
muda, khususnya umat Islam, agar jangan terpengaruh
acara 'valentine day' yang berasal dari budaya barat
tersebut. "Biasanya acara bersifat foya-foya itu
banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Kalau hidup
tidak mau merugi, hindarilah 'valentine day' itu,"
tambah dia.

Imam Masjid Gang Bengkok Medan Drs H Ahmad Sazali
mengatakan, semua hari dalam kehidupan muslim di dunia
ini untuk berkasih sayang dalam arti bersilaturahmi.
"Berkasih sayang itu bisa juga saling menghargai,
menyayangi dan menghormati antara yang tua dengan yang
muda dan sebaliknya," ujar dia. Jadi, kata Ahmad
Sazali, berkasih sayang itu tidak harus diperingati
dalam bentuk berpelukan antara dua jenis yang bukan
muhrimnya, bermabuk-mabukan, narkoba, pesta pora dan
sebagainya. "Yang kerap terjadi pada acara 'valentine
day' itu sering diwarnai dengan perbuatan yang
dilarang agama dan budaya kita sehingga memudahkan
setan merusak iman manusia," tambah dia. Dalam Islam,
ujar Ahmad Sazali, Allah jelas melarang umatnya
mengikuti ajaran agama dan budaya orang lain.
"Barangsiapa yang mengikuti agama yang bukan ajaran
Islam maka Allah akan melaknatnya. Otomatis 'valentine
day' itu haram hukumnya," kata dia. (m43) (am)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KEGIATAN IRM-MU

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KEGIATAN
IRM-MU

1. Dasar Presidium
a. Menerima hasil laporan dari Ketua IRM-MU setiap bulannya
b. Mengawasi kinerja BPH IRM-MU
c. Mengadakan rapat paripurna ½ semester kalau didutuhkan 3 bulan sekali
d. Mengadakan Musyawarah Akhir Tahun
e. Memberhentikan Anggota IRM-MU yang sudah dianggap melanggar aturan IRM-MU

2. Ketua Umum
a. Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan semua anggota.
b. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan.
c. Memegang komando secara langsung terhadap bidang kaderisasi, dan berhak menerima laporan dari Ketua Bidang Kaderisasi setiap bulannya.
d. Ketua Umum dibantu oeh Ketua I dan Ketua II dan berhak menerima laporan kegiatan setiap bulannya.
e. Berhak mengadakan pertemuan menurut kebutuhan semua anggota.
f. Berhak membuat kebijakan-krbijakan yang menyangkut organisasai atas pesetujaun anggota.
g. Berhak menindak secara tegas terhadap anggota yang tidak menjalani aturan dan melaporkan kepada Presidium Musyawarah.
h. Senantiasa berkoordinasi dengan Pembina dan Presidium Musyawarah.
i. Senantiasa berusaha untuk menjadi suri tauladan bagi anggotanya dan menghindari hal-hal yang dapat mencemarkan nama pribadi dan organisasi.
j. Ketua Umum wajib memberi laporan kepada Dewan Presidium Musyawarah setiap bulannya.

3. Ketua I
a. Ketua I wajib membantu Ketua Umum dalam menjalankan tugasnya.
b. Ketua I melaporkan bidang yang diawasinya kepada Ketua Umum setiap bulannya.
c. Ketua I mengawasi dan memegang komando secara langsung serta bertanggung jawab terhadap kelancaran tugas :
- Sekretaris I,
- Bendahara I,
- Kegiatan di Bidang Humas, dan
- Kajian Keagamaan.
d. Ketua I berhak mengevaluasi kegiatan dari :
- Sekretaris I,
- Bendahara I,
- KABID II, dan
- KABID III
Serta memberikan kritik dan saran yang konstruktif setiap minggunya.
e. Ketua I mengadakan pertemuan khusus setiap bulannya.

4. Ketua II
a. Berkewajiban membantu Ketua Umum dalam menjalankan tugasnya.
b. Ketua II melaporkan bidang yang diawasinya kepada Ketua umum setiap bulannya.
c. Mengawasi dan memegang komando secara langsung dan bertanggung jawab terhadap kelancaran :
1. Sekretaris II,
2. Bendahara II,
3. Kegiatan Bidang Media Dakwah, dan
4. Rumah Tangga
d. Berhak mengevaluasi kegiatan dari:
- Bendahara II,
- Sekretaris II,
- KABID IV, dan
- KABID V.
Serta memberikan kritik dan saran yang konstruktif setiap minggunya.
e. Ketua II mengadakan pertemuan setiap bulannya.

5. Sekretaris Umum
a. Bertanggung jawab terhadap Sekretaris I dan II.
b. Bertanggung jawab terhadap buku Absensi.
c. Bertanggung jawab terhadap arsip kegiatan, seperti proposal dan administrasi di dalamnya.
d. Wajib memberi laporan kepada Ketua Umum setiap bulannya.
e. Berkoordinasi dengan Sekretaris I dan II.

6. Sekretaris I
a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran administrasi organisasi.
b. Wajib mengurusi dan engarsipkan :
1. Surat-menyurat dan kelemgkapan administrasi lainnya.
2. Berbagai jadwal, kegiatan penting
3. Buku catatan kegiatan penting (kegiatan kontemporer)
c. Wajib memberi laporan kepada Ketua I setiap bulannya.
d. Berkoordinasi dengan Sekretaris Umum dan II.

7. Sekretaris II
a. Bertanggung jawab terhadap kelancaran administrasi organisasi.
b. Bertanggung jawab terhadap buku catatan kegiatan, seperti rapat/ pertemuan dan kegiatan rutinitas lainnya.
c. Wajib memberi laporan kepada Ketua II setiap bulannya.
d. Berkoordinasi dengan Sekretaris Umum dan I.

8. Bendahara Umum
a. Bertanggung jawab terhadap Bendahara I dan II
b. Bertanggung jawab terhadap kelancaran keuangan Organisasi.
c. Bertanggung jawab terhadap kelancaran kas mingguan/ iuran anggota/ keuangan organisasi.
d. Wajib memberi laporan kepada Ketua II setiap bulannya.
e. Pemasukan dan Pengeluaran dana harus atas sepengetahuan Ketua Umum.
f. Berkoordinasi dengan Bendahara I dan II.

9. Bendahara I
a. Wajib mencatat berbagai pemasukan dan pengeluaran dana secara jelas dan terperinci (disertai bukti transaksi kalau ada)
b. Bertanggung jawab terhadap keuangan infaq shalat Jum’at.
c. Wajib memberi laporan kepada Ketua I setiap bulannya.
d. Berkoordinasi dengan Bendahara Umum dan I.

10. Bendahara II
a. Bertanggung jawab terhadap input dana, seperti :
- Uang Perpustakaan,
- Maddas,
- Buletin,
- Pembuatan kaos,
- Sisa Kegiatan, dan
- lain-lain.
b. Pemasukan dan pengeluaran dana harus atas sepengetahuan Ketua Umum.
c. Wajib memberi laporan kepada Ketua II setiap bulannya.
d. Berkoordinasi dengan Bendahara Umum dan I.

11. Bidang-Bidang
a. Bidang I (Kaderisasi)
b. Bidang II (Kajian Keagamaan)
c. Bidang III ( Humas )
d. Bidang IV (Media Dakwah)
e. Bidang V (Rumah Tangga)



PROGRAM KERJA

- Bidang KADERISASI
Program Kerja :
1. Pengenalan Organisasi IRM-MU kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Banjar
2. Pelaksanaan T-Kad (Training Kader) bagi calon anggota IRM-MU
3. Penyelenggaraan TALAM (Tadabur Alam)
4. Penyelenggaraan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
5. Pelaksanaan MAT (Musyawarah Anggota Tahunan) IRM-MU
6. Perpisahan dengan BPT IRM-MU yang purna bakti
7. Pembentukan dan pengembangan FISWALAH (Aktifis Dakwah Sekolah)
8. Pelaksanaan MARIMAS (Madrasah IRM-MU Asyik dan Syar’i)

- Bidang KAJIAN KEAGAMAAN
Program Kerja :
1. Penyelenggaraan Shalat Dzuhur berjamaah
2. Penyelenggaraan Shalat Jum’at berjamaah
3. Penyelenggaraan Kuliah Dhuha setiap Jum’at
4. Penyelenggaraan pengajian keliling ke setiap kelas
5. Penyelenggaraan Tausiyah Duo pada pengajian rutin minggu ke 1 dan 2
6. Penyelenggaraan lomba-lomba bernafaskan Islam
7. Penyelenggaraan Outbound minimal 2 bulan sekali
8. Penyelenggaraan Keputrian setiap hari Jum’at
9. Pemberantasan Buta Huruf Al Qur’an

- Bidang HUMAS
Program Kerja :
1. Mengadakan sarasehan dengan organisasi lain
2. Partisipasi ekstern organisasi di tingkat kecamatan maupun kota
3. Penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan
4. Penyiapan alat transportasi dalam suatu kegiatan
5. Pembuatan dokumentasi kegiatan
6. Penyampaian surat masuk atau keluar
7. Mengadakan publikasi dalam suatu kegiatan

- Bidang MEDIA DAKWAH
Program Kerja :
1. Penyelenggaraan BULTINDAS (Buletin Dakwah Sekolah)
2. Penyelenggaraan PUSTAJID (Perpustakaan Masjid)
3. Penyelenggaraan Majalah Dinding Kelas
4. Penyelenggaraan FLM2 (Forum Lingkar Mading Masjid)

- Bidang RUMAH TANGGA
Program Kerja :
1. Penyelenggaraan piket harian
2. Membentuk kelompok teater IRM-MU
3. Penyelenggaraan Bazar
4. Penyelenggaraan Lomba-lomba yang bernuansa seni Islami, seperti : Lomba MTQ, Lomba Kaligrafi, Lomba Pembuatan dan Pembacaan Puisi Islami, Lomba AKIS (Akustik Islami), dan Lomba Desain Kartu Lebaran
5. Mencatat dan memeriksa inventaris masjid

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sejarah IRM-MU SMANSABAN


SEJARAH IRM-MU

Sejarah panjang Ikatan Remaja Masjid Manba’ul Ulum (IRM-MU) SMAN 1 Banjar bermula dari semangat beberapa orang siswa untuk menghidupkan kegiatan keislaman di sekolah hingga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang islami, sejalan dengan visi dari SMAN 1 Banjar itu sendiri, yakni “Andal dalam IMTAK, kompetitif dalam prestasi”.

Pada awal mulanya, IRM merupakan perkumpulan beberapa orang siswa yang aktif mengurusi kegiatan-kegiatan keislaman sekolah, dan berbasis di mushola Al Ulum1. Saat itu belum ada masjid, sehingga aktivitas shalat dan beberapa kegiatan keislaman lainnya dilakukan di mushola Al Ulum tersebut. Hal ini tentunya menumbuhkan kerinduan pada warga sekolah untuk memiliki sebuah Masjid Sekolah, hingga akhirnya pada tahun 1996 masjid Sekolah pun mulai dibangun. Pembangunannya disambut dengan baik oleh seluruh warga SMAN 1 Banjar waktu itu, mulai dari Guru hingga para murid, bahkan masyarakat sekitar sekolah. Hal ini dapat dilihat dari betapa antusiasnya para siswa ikut aktif terlibat dalam proses pembangunan, yakni saat tahap pengecoran masjid tersebut, hampir seluruh siswa ikut terlibat di dalamnya. Setelah berlangsung …. tahun/bulan, akhirnya pembangunan Masjid sekolah pun selesai, dan Masjid tersebut dinamai Manba’ul Ulum, yang berarti “Sumber Ilmu”, dengan harapan Masjid tersebut, tidak sekedar menjadi tempat shalat akan tetapi bisa menjadi sumber ilmu bagi para siswa dan seluruh civitas akademik sekolah, khususnya ilmu keagamaan yang dapat dijadikan bekal untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Setelah Masjid Manba’ul Ulum berdiri, aktivitas shalat dan kegiatan-kegiatan keislaman lainnya menjadi semakin semarak. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran para siswa yang tergabung di IRM. Terlebih semenjak Masjid ini mulai difungsikan, IRM diberikan sekretariat di Ruang samping mimbar sebelah Selatan. Di sinilah para pengurus IRM merumuskan beberapa aktivitasnya. Diantara para pengurus yang memulai aktivitas di masjid Manba’ul Ulum tersebut adalah Kuwat Prasetya, Asep Aruman, Beni dan beberapa rekan seangkatannya yang termasuk kepengurusan IRM tahun 1999-2000. Hingga saat itu, IRM masih berupa perkumpulan siswa biasa, belum berbentuk organisasi ekstrakurikuler, hingga kemudian pada Kepengurusan berikutnya tahun 2000-2001, mulailah disusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ikatan Remaja Masjid Manba’ul Ulum (IRM-MU) yang diprakarsai oleh Eska Natasuryana, Nursidik, Husein, Ari Tanri, Candra Firmanto, Dadan, Gumilar Santika, Dadang, Wendi PR, Riswanto dan teman-teman pengurus seangkatannya.

Pada rentang waktu tahun 1998-2001 ini terjadi peristiwa bersejarah yang hampir membuat para siswa SMAN 1 Banjar tergelincir pada penyelewengan aqidah islam, yakni adanya gerakan N-11, yakni gerakan yang mengharapkan berdirinya Negara Islam Indonesia, namun dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Gerakan ini berhasil merekrut beberapa siswa termasuk pengurus Inti IRM-MU, namun atas penyadaran beberapa pihak dari Guru dan juga siswa yang tidak terlibat, akhirnya para siswa dan pengurus IRM-MU yang terekrut akhirnya berhenti dari gerakan tersebut dan menyadari kesalahannya. Sejak saat itu gerakan tersebut dapat dicegah oleh sekolah dan tokoh siswa yang menjadi ”sesepuh” gerakan tersebut di sekolah akhirnya di keluarkan pihak sekolah karena tidak mau mengikuti aturan, dalam hal pelaksanaan ujian mata kuliah agama.

Kondisi yang demikian menyebabkan instabilitas di tubuh IRM-MU, hingga berpengaruh terhadap kepengurusa IRM-MU tahun 2001-2002, dimana kelas 2-nya yang tersisa waktu itu hanya berjumlah 3 orang saja, yakni Asep Kamaludin, Dewi Ratih PH dan Mahyana Sari. Dengan kondisi yang demikian akhirnya Pengurus kelas 3, yang waktu itu dijabat oleh Nursidik sebagai Ketua, Eska Natasuryana sebagai Wakil Ketua 1 dan Husein sebagai Wakil Ketua 2, melakukan akselerasi dalam pengkaderan terhadap anggota kelas 1 yang baru masuk, yakni dengan memanfaatkan moment ”Gema Ramadhan 1422 H”, disini dibentuklah kepanitiaan yang seluruhnya berasal dari kelas 1, dan dipilihlah Agus Haeruman sebagai Ketua Panitia, dan dibantu rekan-rekan seangkatannya.

Setelah kepanitiaan Gema Ramadhan selesai, maka dilakukanlah suksesi kepengurusan, yang akhirnya menetapkan Agus Haeruman sebagai Ketua Umum, Iip Jenal Aripin sebagai Wakil Ketua I dan Indra Rizqia Utama sebagai Wakil Ketua II serta Perangkat kepengurusan lainnya. Pada saat itu, Musyawarah Badan Pengurus Tahunan I (MBPT)2 menetapkan bahwa kepengurusan tersebut menjabat selama 2 tahun, yakni tahun 2001-2003. Namun pada tahun kedua terdapat reshufle pengurus yang menetapkan Dahlia Anggraeni menjadi Wakil Ketua II menggantikan Indra Rizqia Utama. Pergantian Ketua II oleh seorang Akhwat adalah untuk mengakomodir aktivitas yang berorientasi ke-akhwat-an, karena dari segi kuantitas jumlah akhwat di IRM-MU memang mayoritas lebih banyak.

Pada kepengurusan inilah mulai dilakukan perapihan organisasi menjadi bentuk organisasi ekstrakurikuler yang profesional dan memiliki perangkat organisasi yang lengkap. Mulai dari Penyempurnaan AD/ART yang disahkan pada Musyawarah Anggota Tahunan II, diketahui oleh Pembina IRM-MU Bapak Ahud Sholahuddin dan Kepala Sekolah SMAN 1 Banjar Bapak K. Hidayat, hingga membuat kelengkapan perangkat organisasi mulai dari bidang-bidang hingga divisi-divisi yang berada dibawahnya, sehingga hal ini dapat mengakomodir anggota IRM-MU yang jumlahnya cukup banyak, serta memperjelas kerja dari masing-masing bidang ataupun divisi.

Setelah 2 tahun berjalan dalam kepemimpinan Agus Haeruman, kepengurusan selanjutnya berjalan normal selama 1 tahun. Adapun kepengurusan selanjutnya adalah sbb:

2003-2004

Ketua : Barkah Firdaus

Ketua I : Ghifari Furqan

Ketua II : Devi Siti Fatimah

2004-2005

Ketua : Dian Rosdiana

Ketua I : Jendri Irawan

Ketua II : Tini

2005-2006

Ketua : Arif Nurahman

Ketua I : Riki Taufikurahman

Ketua II : Aresti Wulansari

2006-2007

Ketua : Uman Miftah Sajidin

Ketua I : Anton Timur Jaelani

Ketua II : Fitri Apriyani

2007-2008

Ketua : Haris Muchlisin

Ketua I : Fadly Fauzie Firdausi

Ketua II : Yuli Kurniati

2008-2009

Ketua : Hendi A

Ketua I : Karizal M

Ketua II : Dede E

2009-2010

Ketua : Bakti P

Ketua 1 : Dadan R

Ketua 2 :Bella S

Dan juga setelah kepemimpinan Agus Haeruman, IRM-MU ini telah mengalami perubahan-perubahan dalam hal sistem keorganisasian, keanggotaan, maupun metode dakwah. Misal, dalam sistem keorganisasian dahulu kepengurusan IRM-MU terdiri dari Ketua, Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2, Sekretaris 1, Sekretaris 2, Bendahara 1, Bendahara 2 kemudian terdiri dari 5 bidang keorganisasian yang masing-masing memiliki Ketua Bidang dan anggotanya dibagi menjadi Divisi-divisi khusus. Dibentuknya divisi-divisi khusus dikarenakan jumlah anggota IRM-MU dahulu sangat banyak, dengan maksud agar tidak ada kekosongan fungsi terhadap anggota yang begitu banyak, sehingga dibuatlah fungsi yang detail dari tiap program bidang dengan cara membuat divisi-divisi khusus. Untuk yang sekarang kepengurusan IRM-MU terdiri dari Ketua Umum, Ketua 1, Ketua 2, Sekretaris Umum, Sekretaris 1, Sekretaris 2, Bendahara Umum, Bendahara 1, Bendahara 2 kemudian terdiri dari 5 bidang keorganisasian yang masing-masing memiliki Ketua Bidang, Sekretaris Bidang dan anggota tanpa Divisi-divisi khusus. Dihilangkannya Divisi-divisi khusus dikarenakan jumlah anggota IRM-MU mengalami penurunan yang sangat drastis, sehingga tidak mampu lagi mencover tugas-tugas disetiap divisi. Kebijakan ini diberlakukan pada saat MAT IRM-MU ke VII Tahun 2007.

Dalam hal keanggotaan dahulu IRM-MU mencoba Profesional, sehingga bersifat tegas terhadap anggota-anggotanya, untuk sekarang sifat organisatoris tetap dipegang, namun bersifat fleksibel dimana siswa SMA Negeri 1 Banjar bisa masuk ataupun keluar dari keanggotaan IRM-MU dengan sifat keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan, hal tadi juga mempunyai artian bahwa keanggotaan IRM-MU tidak mesti mengikuti T-KAD3 ( Training Kader).

Dalam hal metode dakwah IRM-MU juga semakin berkembang. Selain dakwah secara lisan dari anggota, peringatan hari besar Islam, dam lomba-lomba Islami kini IRM dapat berdakwah melalui mading masjid, mading sekolah, mading kelas, buletin, weblog, e-mail.

Perlu diketahui bersama bahwa keberadaan IRM-MU dengan segala aktivitasnya tidak terlepas dari peranan para guru yang cukup vital dalam menciptakan lingkungan sekolah yang religius, beberapa diantaranya menjabat sebagai Pembina IRM-MU itu sendiri, diantaranya adalah Bapak Ahud Solahuddin, Bapak Lili Hasanuddin, Bapak Endang Jaenudin, Bapak Mahmud Yunus, Bapak Ahmad Sobana, Bapak Itam Kistamaji, Bapak Supriatna dan Ibu Nurulmiyati. Mereka adalah para guru yang memiliki peranan besar dalam mendukung segala aktivitas keislaman yang diusung IRM-MU, baik dukungan moril maupun materil. Sehingga dengan kerjasama yang baik antara pengurus IRM-MU dengan para Pembina tersebut kegiatan keislaman di sekolah menjadi lebih semarak.

Demikianlah sejarah singkat perjalanan IRM-MU SMAN 1 Banjar. Semoga bisa menjadi ibroh (pelajaran) bagi para Generasi Penerus IRM-MU SMAN 1 Banjar khususnya, umumnya bagi pembaca sekalian. Karena dakwah ini tidak akan pernah behenti, ia akan senantiasa melahirkan generasi-generasi penerus pembawa risalah nabi yang siap mengorbankan harta dan jiwanya demi tegaknya islam di muka bumi ini, membawa umat manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya islam. Yakinlah, bahwa Allah telah berjanji di dalam Q.S. Muhammad : 7, ”Intang syurullaha yangsyurkum wayutsabbit aqdaamakum” , yang artinya ”Jika kamu menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

ALLAHU AKBAR!!!

Catatan kaki :

1. Mushola Al Ulum adalah bangunan yang sekarang menjadi Laboratorium Agama Islam, saat itu dijadikan tempat shalat dan beberapa kegiatan keislaman lainnya karena belum ada masjid.

2. Musyawarah Badan Pengurus Tahunan (MBPT) I, Musyawarah yang pertama kali diselenggarakan oleh IRM-MU dalam merumuskan AD/ART dan pemilihan Pengurus Baru, pada tahun kedua diganti Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) atas usul Candra Firmanto, karena Musyawarah tersebut melibatkan seluruh anggota IRM-MU, tidak hanya Badan Pengurus-nya. Hingga saat ini istilah MAT-lah yang digunakan.

3. Tidak mengikuti T-KAD hanya berlaku bagi siswa SMA Negeri 1 Banjar yang menyusul menjadi anggota IRM-MU setelah terbentuk kepengurusan yang baru

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS